0
Dikirim pada 31 Desember 2011 di Uncategories
6 Komentar | Dibaca 4687 kali
Bolehkah Mengikuti Natal Bersama Dan Tahun Baru ?

Setiap bulan Desember umat nasrani merayakan hari raya agama mereka, yaitu Hari Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember. Mendekati bulan ini, beberapa sudut pertokoan mulai ramai dengan hiasan natal. Supermarket-supermarket yang mulanya sepi-sepi saja, kini dihiasi dengan pernak-pernik natal. Media massa pun tidak ketinggalan ikut memeriahkan hari raya ini dengan menayangkan acara-acara spesial natal.


Disudut kampus, seorang mahasiswi berkerudung menjabat tangan salah seorang teman wanitanya yang beragama nasrani sambil berkata, “Selamat Natal ya…” Aih-aih, tidak tahukah sang muslimah ini bagaimana hukum ucapan tersebut dalam syariat Islam?

Saudariku, banyak sekali umat Islam yang tidak mengetahui bahwa perbuatan ini tidak boleh dilakukan, dengan tanpa beban dan tanpa merasa berdosa ucapan selamat

natal

itu terlontar dari mulut-mulut mereka. Mereka salah kaprah tentang toleransi beragama sehingga dengan gampang dan mudahnya mereka mengucapkan selamat

natal

pada teman dan kerabat mereka yang beragama nasrani. Lalu bagaimana sebenarnya pandangan islam dalam perkara ini? Berikut ini adalah bahasan seputar

natal yang disusun dari beberapa fatwa ulama.

Natal Menurut Islam

Peringatan Natal

, memiliki makna ‘Memperingati dan mengahayati kelahiran Yesus Kristus’ (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas terbitan Balai Pustaka). Menurut orang-orang nasrani, Yesus (dalam Islam disebut dengan ‘Isa) dianggap sebagai anak Tuhan yang lahir dari rahim Bunda Maria. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan syariat Islam yang mengimani bahwa Nabi ‘Isa
‘alaihis sallam bukanlah anak Tuhan yang dilahirkan ke dunia melainkan salah satu nabi dari nabi-nabi yang Allah utus untuk hamba-hamba-Nya.

Allah Ta’ala berfirman dalam QS Maryam: 30 yang artinya, “Isa berkata, ‘Sesungguhnya aku ini adalah hamba Allah (manusia biasa). Dia memberikan kepadaku Al Kitab (Injil) dan menjadikanku sebagai seorang Nabi.’”

Wahai Saudariku, maka barangsiapa dari kita yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang muslim, maka ia harus meyakini bahwa ‘Isa adalah seorang Nabi yang Allah utus menyampaikan risalah-Nya dan bukanlah anak Tuhan dengan dasar dalil di atas.

Tentang Ucapan Selamat Natal

Atas nama toleransi dalam beragama, banyak umat Islam yang mengucapkan selamat natal

kepada umat nasrani baik kepada kerabat maupun teman. Menurut mereka, ini adalah salah satu cara untuk menghormati mereka. Ini alasan yang tidak benar, sikap toleransi dan menghormati tidak mesti diwujudkan dengan mengucapkan selamat kepada mereka karena di dalam ucapan tersebut terkandung makna kita setuju dan ridha dengan ibadah yang mereka lakukan. Jelas, ini bertentangan dengan aqidah Islam.

Ketahuilah saudariku, hari raya merupakan hari paling berkesan dan juga merupakan simbol terbesar dari suatu agama sehingga seorang muslim tidak boleh mengucapkan selamat kepada umat nasrani atas hari raya mereka karena hal ini sama saja dengan meridhai agama mereka dan juga berarti tolong-menolong dalam perbuatan dosa, padahal Allah telah melarang kita dari hal itu:

Dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS Al Maidah: 2)

Ketahuilah wahai saudariku muslimah, ketika seseorang mengucapkan selamat natal

kepada kaum nasrani, maka di dalam ucapannya tersebut terdapat kasih sayang kepada mereka, menuntut adanya kecintaan, serta menampakkan keridhaan kepada agama mereka. Seseorang yang mengucapkan selamat

natal

kepada mereka, sama saja dia setuju bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan merupakan salah satu Tuhan diantara tiga Tuhan. Dengan mengucapkan selamat pada hari raya mereka, berarti dia rela terhadap simbol-simbol kekufuran. Meskipun pada kenyataannya dia tidak ridha dengan kekafiran, namun tetap saja tidak diperbolehkan meridhai syiar agama mereka, atau mengajak orang lain untuk memberi ucapan selamat kepada mereka. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka kepada kita, hendaknya kita tidak menjawabnya karena itu bukan hari raya kita, bahkan hari raya itu tidaklah diridhai Allah.

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan, adapun ucapan selamat terhadap simbol-simbol kekufuran secara khusus disepakati hukumnya haram misalnya mengucapkan selamat atas hari raya atau puasa mereka dengan mengatakan, ‘Hari yang diberkahi bagimu’ atau ‘Selamat merayakan hari raya ini’, dan sebagainya. Yang demikian ini, meskipun si pengucapnya terlepas dari kekufuran, tetapi perbuatan ini termasuk yang diharamkan, yaitu setara dengan ucapan selamat atas sujudnya terhadap salib, bahkan dosanya lebih besar di sisi Allah dan kemurkaan Allah lebih besar daripada ucapan selamat terhadap peminum khamr, pembunuh, pezina, dan lainnya dan banyak orang yang tidak mantap pondasi dan ilmu agamanya akan mudah terjerumus dalam hal ini serta tidak mengetahui keburukan perbuatannya. Barangsiapa mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena kemaksiatan, bid’ah, atau kekufuran, berarti dia telah mengundang kemurkaan dan kemarahan Allah.

Dengan demikian, tidaklah diperkenankan seorang muslim mengucapkan selamat natal meskipun hanya basa-basi ataupun hanya sebagai pengisi pembicaraan saja.

Menghadiri Pesta Perayaan Natal

Hukum menghadiri pesta perayaan natal

tidak jauh bedanya dengan hukum mengucapkan selamat

natal. Bahkan dapat dikatakan bahwa hukum menghadiri perayaan natal lebih buruk lagi ketimbang sekedar memberi ucapan selamat natal

kepada orang kafir karena dengan datang ke perayaan tersebut, maka berarti ia ikut berpartisipasi dalam ritual agama mereka. Dan dengan menghadiri pesta perayaan tersebut berarti telah memberikan kesaksian palsu (
Syahadatuzzur) terhadap ibadah yang mereka lakukan dan ini dilarang dalam agama Islam (lihat Tafsir Taisir Karimirrahman, Surat Al Furqon ayat 72).

Allah berfirman yang artinya:

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamu, dan untukkulah agamaku.”

Maka Saudariku, seorang muslim diharamkan untuk hadir pada perayaan keagamaan di luar agama islam baik ia diundang ataupun tidak.

Hukum Merayakan Tahun Baru

Beberapa hari setelah natal

berlalu, masyarakat mulai disibukkan dengan persiapan menyambut tahun baru masehi pada tanggal satu Januari. Bagaimana Islam meman

dang hal ini?

Saudariku, Allah telah menganugerahkan dua hari raya kepada kita, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha dimana kedua hari raya ini disandingkan dengan pelaksanaan dua rukun yang agung dari rukun Islam, yaitu ibadah haji dan puasa Ramadhan. Di dalamnya, Allah memberi ampunan kepada orang-orang yang melaksanakan ibadah haji dan orang-orang yang berpuasa, serta menebarkan rahmat kepada seluruh makhluk.

Ukhti, hanya dua hari raya inilah yang disyariatkan oleh agama Islam. Diriwayatkan dari Anas radhiallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang mereka bermain-main di hari raya itu pada masa jahiliyyah, lalu beliau bersabda: ‘Aku datang kepada kalian sedangkan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bermain di hari itu pada masa jahiliyyah. Dan sungguh Allah telah menggantikannya untuk kalian dengan dua hari yang lebih baik dari keduanya, yaitu hari raya Idul Adha dan idul Fitri.’” (Shahih, dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’I, dan Al-Baghawi)

Maka tidak boleh umat Islam memiliki hari raya selain dua hari raya di atas, misalnya Tahun Baru. Tahun Baru adalah hari raya yang tidak ada tuntunannya dalam Islam. Disamping itu, perayaan Tahun Baru sangat kental dengan kemaksiatan

dan mempunyai hubungan yang erat dengan perayaan


natal

. Lihatlah ketika para remaja berduyun-duyun pergi ke pantai saat malam tahun baru untuk bega

dan

g demi melihat matahari terbit pada awal tahun, kebanyakan dari mereka adalah berpasang-pasangan sehingga tentu saja malam tahun baru ini tidak lepas dari sarana-sarana menuju perzinaan. Jika tidak terdapat sarana menuju zina, maka hal ini dapat dihukumi sebagai perbuatan yang sia-sia. Ingatlah saudariku, ada dua kenikmatan dari Allah yang banyak dilalaikan oleh manusia, yaitu kesehatan

dan waktu luang (HR Bukhari). Maka janganlah kita isi waktu luang kita dengan hal sia-sia yang hanya membawa kita ke jurang kenistaan dan menjadikan kita sebagai insan yang merugi.

Saudariku, Allah telah menyempurnakan agama ini dan tidak ada satupun amal ibadahpun yang belum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan kepada umatnya. Maka tidak ada lagi syari’at dalam Islam selain yang telah Allah wahyukan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada lagi syari’at dalam Islam selain yang telah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan pada kita. Saudariku, ikutilah apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tuntunkan kepada kita, janganlah engkau meniru-niru orang kafir dalam ciri khas mereka. Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia merupakan bagian dari kaum tersebut (Hadits dari Ibnu ‘Umar dengan sanad yang bagus). Setiap diri kita adalah pemimpin bagi dirinya sendiri dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang ia pimpin. Semoga Allah senantiasa menyelamatkan agama kita. Wallaahu a’lam.

Maraji’:

  1. Fatwa: Natal

    Bersama
    . Majalah Al-Furqon Edisi 4 Tahun III.
  2. Fatwa: Natal

    Bersama
    . Majalah Al-Furqon Edisi 4 Tahun IV.
  3. Fatwa-Fatwa Terkini 2. Cetakan ketiga. Tahun 2006. Darul Haq.
  4. Bulletin At-Tauhid Edisi 96 Tahun II.

***

Artikel www.muslimah.or.id

Penyusun: Ummu Aiman
Muraja’ah: Ustadz Abu Salman


Dikirim pada 31 Desember 2011 di Uncategories
6 Komentar
Dikirim pada 30 Desember 2011 di Uncategories
5 Komentar | Dibaca 6779 kali
Sejuk Dan Tenang Di Pantai Pangandaran

Pangandaran merupakan anugerah Tuhan yang harus tetap kita jaga kelestariannya. Betapa tidak, ketika kita menikmati keindahan pantainya, hanya kesejukkan dan ketenangan yang akan kita rasakan. Tidak percaya? Silakan datang ke Pangandaran.


Dikirim pada 30 Desember 2011 di Uncategories
5 Komentar
Dikirim pada 28 Desember 2011 di Uncategories
3 Komentar | Dibaca 13135 kali
Pangandaran Apa Adanya

Pantai Indah Pangandaran merupakan sebuah objek wisata andalan Kabupaten Ciamis yang terletak sebelah timur jawa barat. Pantai ini dinobatkan sebagai pantai terbaik di Pulau Jawa menurut AsiaRooms. Selain dengan keindahan pantainya, paantai Pangandaran juga memiliki beberapa keistimewaan lainnya. Berikut hal yang anda akan dapatkan apabila mengujungi Paintai ini :

  • Dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama.
  • Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman.
  • Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih.
  • Memiliki tim penyelamat wisata pantai.
  • Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan penerangan jalan yang memadai.
  • Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.
  • Tempat pendaratan tentara Jepang semasa perang dunia II oleh karenanya di sana masih terdapat beberapa gua pertahanan bala tentara Jepang yang dulu dijadikan tempat-tempat persembunyian tentara Jepang yang berniat menyerang tentara Belanda.

Event pariwisata yang biasa digelar

  • Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.
  • Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.

Fasilitas yang tersedia

  1. Lapangan parkir yang cukup luas
  2. Pelayanan pos, telekomunikasi dan money changer
  3. Gedung bioskop, diskotik
  4. Pramuwisata dan Pusat Informasi Pariwisata
  5. Bumi perkemahan
  6. Sepeda dan ban renang sewaan
  7. Parasailing dan jetski
  8. Waterboom

Hotel

Hotel, restoran, penginapan, pondok wisata dengan tarif bervariasi antara lain

  1. Hotel Laut Biru
  2. Pantai Indah Resort & Hotel Pangandaran
  3. Sunrise Beach Pangandaran Hotel
  4. Surya Pesona Beach Hotel Pangandaran
  5. PURI RENGGANIS
  6. Mustika Ratu Hotel

KENAPA PANGANDARAN “SULIT” JADI TUJUAN WISATA KELAS DUNIA??

Pangandaran sebetulnya punya banyak obyek wisata yang amat mengagumkan dan sulit dicari tandingannya di Indonesia maupun di Negara-negara tropis lainnya di dunia, karena Pangandaran menawarkan pilihan beragam obyek wisata istimewa yang jaraknya saling berdekatan.

Sebut saja, Pantai Barat (Pananjung) dengan ombak yang bersahabat untuk bermain air, Pasir Putih dengan ikan-ikan dan karang elok untuk snorkeling, Hutan Lindung dengan flora & fauna yang menarik, Pantai Timur untuk menyaksikan matahari terbit, Pantai Batu Hiu yang mendebarkan, Pantai Batu Karas yang disukai wisatawan mancanegara, Green Canyon, Citumang, Pantai Karang Nini, dan lokasi-lokasi lainnya yang bisa didapat informasinya diberbagai website,

Tapi dengan segala kelebihan istimewa tersebut, Pangandaran spertinya akan sulit jadi tujuan wisata kelas dunia.

Kenapa?. Coba kita urutkan sebahagian kecil saja kekurangan Pangandaran.

AKSESIBILITAS

Jalan menuju Pangandaran dari berbagai kota di pulau Jawa dan jalan-jalan menuju berbagai obyek wisata hampir seluruhnya kondisinya jelek, rusak dan sangat tidak nyaman. Apakah karena pihak Pemda tidak memprioritaskan fasilitas infrastruktur untuk menunjang Pangandaran sebagai tujuan wisata?.

KOTOR

Pantai Barat (Pananjung) yang merupakan primadona wisata pantai di Pangandaran kondisinya amat jorok, kotor, penuh sampah dan bau. Pantai Timur juga tak kalah kotornya, sehingga kenikmatan menunggu matahari terbit menjadi sangat terganggu. Kekotoran ini sepertinya sudah menjadi ‘icon’ bagi Pangandaran karena di obyek wisatanya, hampir semuanya kondisinya kotor dan menjijikan. Fasilitas bilas dan ganti pakaian juga sangat jorok dan tidak terawat.

SEMERAWUT

Kumpulan warung-warung makanan dan tempat persewaan ban dan surf-board sepanjang Pantai Barat (Pananjung) yang tidak ditata dengan baik membuat pemandangan kearah pantai terhalang (serta memproduksi timbunan sampah yang bau busuk). Warung-warung penjual Kaus, T-hsirt dan oleh-oleh juga berserakan tidak tertata dengan baik.

BERBAHAYA

Terlalu banyak perahu mondar mandir di Pantai Barat (Pananjung) yang amat mengganggu kenikmatan bermain air, bahkan membahayakan. Kenapa perahu-perahu ini tidak dialokasikan terpisah dari tempat para wisatawan bermain.

Bahkan pada saat Snorkling di Pasir Putih juga, perahu-perahu hilir mudik dan sangat membahayakan para perenang.

Semua masalah di atas (termask kekotoran, kesemerawutan dan ketidak nyamanan), terdapat hampir disemua obyek wisata di Pangandaran, termasuk di: Pantai Barat (Pananjung), Pasir Putih, Hutan Lindung, Pantai Timur, Pantai Batu Hiu, Pantai Batu Karas, Green Canyon, Citumang, Pantai Karang Nini, dan lokasi-lokasi lainnya)

Sebetulnya banyak kelebihan potensi yang dimiliki oleh Pangandaran, tapi terlalu banyak juga kekurangan (yang sebetulnya bisa dikelola oleh pihak yang berwenang seperti Pemda (termasuk meng-‘educate’ penduduk sekitar serta para pedagang, tukang perahu dan para pihak yang terkait) untuk menjadikan Pangandaran menjadi lebih baik dan nyaman bagi wisatawan.

Mungkin pihak Pemda sulit menyerap pelajaran dari pengelola (Pemda) pantai Kuta Bali bagaimana meningkatkan citra, kebersihan dan pengelolaan obyek wisata yang baik.

Mungkin para stake-holder dan para pihak terkait dengan kepariwisataan di Pangandaran tidak mampu menjadikan Pangandaran sebagai obyek wisata kelas dunia.

Memprihatinkan sekali.

 

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Pangandaran


Dikirim pada 28 Desember 2011 di Uncategories
3 Komentar
Dikirim pada 28 Desember 2011 di Uncategories
6 Komentar | Dibaca 3983 kali
Pangandaran Dipadati Wisatawan

Menjelang pergantian tahun, ribuan wisatawan dari luar kota dan mancanegara mulai memadati Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Wisatawan rela datang jauh-jauh hari untuk merayakan Tahun Baru. Mereka takut tidak mendapatkan penginapan atau hotel.

Sejak sebulan lalu, wisatawan sudah memesan kamar hotel atau penginapan. Membludaknya pengunjung, membuat beberapa rumah milik warga pun terpaksa disewakan.

Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pariwisata Pangandaran mencatat hingga Rabu (28/12), lebih dari 10 ribu wisatawan membanjiri Pantai Pangandaran. Puncak lonjakan wisatawan diperkirakan akan terjadi saat malam Tahun Baru.(Yosep Trisna/Wtr4)


Dikirim pada 28 Desember 2011 di Uncategories
6 Komentar
Dikirim pada 28 Desember 2011 di Uncategories
0 Komentar | Dibaca 1011 kali
Pangandaran Sudah Bangkit Dari Tsunami

Bencana tsunami di Pantai Pangandaran pada 2006 pernah melumpuhkan pariwisata di pantai selatan Jawa Barat itu. Namun kini Pangandaran sudah bangkit, dan pemerintah punya sejumlah rencana untuk mengembangkan Pangandaran.

"Itu (Pangandaran) salah satu contoh bagaimana satu daerah pariwisata bisa bangkit dari natural disaster," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu dalam Konferensi Pariwisata di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (5/12/2011).

Untuk lebih membangkitkan pariwisata di Pangandaran, pemerintah berencana memperbaiki infrastruktur di Pangandaran. Tujuannya agar para traveler bisa lebih mudah menikmati pantai tersebut.

"Yang mau dikembangkan, akses jalan ke sana, bangunan di sana, situs pariwisatanya dan para pelaku ekonomi kreatifnya," ujar Mari.

Pembangunan kawasan Pangandaran sudah masuk dalam agenda kerja Kemenparekraf pada 2012. "Pangandaran masuk dalam 50 tempat wisata yang akan dikembangkan sampai tahun 2025," kata Mari.

Pangadaran adalah salah satu spot wisata pantai favorit di Jawa Barat. Di pantai ini kerap digelar festival layang-layang. Namun, Pangandaran masih punya kelebihan lain.

Di sekitar Pangandaran, ada juga Pantai Batu Hiu yang memiliki penangkaran penyu. Sedangkan untuk yang menggemari olahraga alam liar, mereka akan menjajal body rafting di Green Canyon. Green Canyon pun merupakan kawasan yang terkenal dengan ngarai yang hijau dan alami.

 

sumber : http://detik.travel/read/2011/12/05/172840/1783177/1025/pangandaran-sudah-bangkit-dari-tsunami


Dikirim pada 28 Desember 2011 di Uncategories
0 Komentar
Profil
Kategori
Sekarang Tanggal
Tausiyah Online
Sekarang Jam
Asmaul Husna
Anda Pengunjung Ke
Salam
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 490605 kali
Copyright © 2012 myPangandaran.com